Minggu, 20 Mei 2012
IMPLEMENTASI PADA KOMPUTASI MODERN
KOMPUTASI MODERN
Jumat, 09 Desember 2011
Penajaman Citra (Sharpening) Menggunakan MATLAB
MATLAB adalah sebuah bahasa dengan (high-performance) kinerja tinggi untuk komputasi masalah teknik. Matlab mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam suatu model yang sangat mudah untuk pakai dimana masalah-masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematika yang familiar. Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang:
• Matematika dan Komputasi
• Pembentukan Algorithm
• Akusisi Data
• Pemodelan, simulasi, dan pembuatan prototipe
• Analisa data, explorasi, dan visualisasi
• Grafik Keilmuan dan bidang Rekayasa
MATLAB merupakan suatu sistem interaktif yang memiliki elemen data dalam suatu array sehingga tidak lagi kita dipusingkan dengan masalah dimensi. Hal ini memungkinkan kita untuk memecahkan banyak masalah teknis yang terkait dengan komputasi, kususnya yang berhubungan dengan matrix dan formulasi vektor, yang mana masalah tersebut merupakan momok apabila kita harus menyelesaikannya dengan menggunakan bahasa level rendah seperti Pascall, C dan Basic.
2. Penajaman Citra (Sharpening Image)
Operasi penajaman citra bertujuan memperjelas tepi pada objek di dalam citra. Penajaman citra merupakan kebalikan dan operasi pelembutan citra, karena operasi ini menghilangkan bagian citra yang lembut.
Operasi penajaman dilakukan dengan melewatkan citra pada penapis lolos-tinggi (highpass filter). Penapis lolos-tinggi akan meloloskan (atau memperkuat) komponen yang berfrekuensi tinggi (misalnya tepi atau pinggiran objek) dan akan menurunkan komponen berfrekuensi rendah. Akibatnya, pinggiran objek telihat lebih tajam dibandingkan sekitarnya.
Selain untuk mempertajam gambar, penapis lolos-tinggi juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan tepi (edge detection). Dalam hal ini, pixel-pixel tepi ditampilkan lebih terang (highlight) sedangkan pixel-pixel bukan tepi dibuat gelap (hitam).
Aturan penapis lolos-tinggi :
1. koefisien penapis boleh positif, negatif, atau nol
2. jumlah semua koefisien adalah 0 atau 1
Jika jumlah koefisien = 0, maka komponen berfrekuensi rendah akan turun nilainya, sedangkan jika jumlah koefisien, sama dengan 1, maka komponen berfrekuensi rendah akan tetap sama dengan nilai semula.
3. Langkah-Langkah Pembuatan Citra
1. Buka aplikasi MATLAB
2. Masukan gambar yang ingin anda gunakan, dengan menyeleksi lalu Finish.
3. Klik kanan pada workspace, lalu pilih images(nama_gambar) yang akan tampil sebagai berikut :
4. Ketika source code pada Command Window :
sharpFilter = fspecial('unsharp');
subplot(2,2,1), image(Hahahaha), title('Gambar Awal');
sharp = imfilter(Hahahaha, sharpFilter, 'replicate');
subplot(2,2,2), image(sharp), title('Penajaman Citra 1');
sharpMore = imfilter(sharp, sharpFilter, 'replicate');
subplot(2,2,3), image(sharpMore), title('Penajaman Citra 2');
5. Outputnya :
Nama Mahasiswa Kelompok :
1. Ariezal Bella (50408155)
2. Muhammad Rizka Januar (50408592)
Download:
http://www.mediafire.com/?f00p0xg8gb6i080
Minggu, 04 Desember 2011
Sistem Warna (Part I)
Dari sudut pandang ilmu fisika, warna dihasilkan dari representasi sinar putih yang dihasilkan oleh matahari atau bola lampu pada spektrum prisma.
Di dunia komputer ada banyak sistem warna, antara lain RGB (Red-Green-Blue), CMYK (Cyan-Magenta-Yellow- Black), LAB Color (lightness A (Green-red axis) B (blueyellow axis)), HLS (Hue- Lightness-Saturation). Banyaknya sistem warna karena ada perbedaan dalam aplikasi saat cetak.
Berdasarkan fungsinya, aplikasi warna di layar komputer dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. warna additive
Warna additive digunakan untuk desain tampilan di layar monitor, tidak untuk kebutuhan cetak. Di antara sistem warna additive adalah RGB, LAB Color dan HLS. Desain yang menggunakan model warna additive, misalnya game, wallpaper, web dan video.
2. warna subtractive.
Warna ini merupakan perpaduan beberapa warna primer. Warna subtractive digunakan untuk kebutuhan cetak. Sistem warna yang digunakan adalah CMYK. Sistem warna ini berasal dari tiga warna primer dan perpaduan ketiganya menghasilkan warna hitam.
Sumber:
atit.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../02+Teori+Warna.ppt
Minggu, 27 November 2011
Augmented Reality
Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.
Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini, telah banyak integrasi Realitas Tertambah yang dimanfaatkan pada telepon genggam. Saat ini ada 3 sistem operasi telepon genggam besar yang secara langsung memberikan dukungan terhadap teknologi Realitas Tertambah melalui interface masing-masing. Untuk dapat menggunakan sebagai sumber aliran data visual, maka sitem operasi tersebut mesti mendukung penggunaan kamera dalam modus pratayang.
Realitas Tertambah adalah sebuah presentasi dasar dari aplikasi-aplikasi navigasi. Dengan menggunakan GPS maka aplikasi pada pada telepon genggam dapat mengetahui keberadaan penggunanya pada setiap waktu.
Berbagai macam aplikasi telah menggunakan teknologi Realitas Tertambah dikawinkan dengan lokasi sebagai presentasi untuk menampilkan titik-titik di sekitar dengan radius tertentu. Hal ini memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat fitur pemberian arah (dalam bahasa inggrisnya disebut turn-by-turn) lalu menampilkan dan atau menyuarakan kepada penggunanya untuk membelokkan arah.
Khusus untuk sistem operasi iPhone dan Android, ada 2 pemain besar (Layar dan Wikitude) di dunia Realitas Tertambah yang telah membuka antarmuka pemrograman aplikasi mereka untuk dapat dipergunakan secara gratis dengan syarat dan prasyarat tertentu.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_tertambah
http://indo-android.blogspot.com
Minggu, 20 November 2011
Analisis Leksikal
Analisis leksikal adalah sebuah proses yang mendahului parsing sebuah rangkaian karakter. Ia menerima masukan serangkaian karakter (seperti dalam dokumen plain-text atau source code) dan menghasilkan deretan simbol yang masing-masing dinamakan token; proses parsing akan lebih mudah dilakukan bila inputnya sudah berupa token.
Analisis leksikal terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pemindaian (scanning); scanner biasanya dibuat berdasarkan prinsip Finite State Machine ("mesin dengan jumlah keadaan terbatas"). Pada tahap ini, scanner akan membaca input karakter-ke-karakter, mengubah keadaannya sendiri berdasarkan karakter yang tengah dibaca. Setiap kondisi final (input dianggap valid) akan dicatat, bersama dengan lokasi input. Pada akhirnya scanner akan menemui keadaan penolakan, yang tidak akan berubah dengan input karakter apapun. Deteksi rekursi semacam ini akan mengakhiri proses pemindaian dan memindahkan keadaan scanner ke keadaan final terakhir, dan karenanya menyimpan informasi jenis dan besar lexeme valid yang terpanjang di dalam input.
Adapun peranannya :
- membaca karakter input dan menghasilkan output
berupa token.Token akan akan dipakai oleh pengurai
parser sebagai input untuk analisa sintak - membuang komentar, spasi,tab, newline dan karakter
lain yang ‘tak berguna’, - menghubungkan pesan kesalahan kompilator dengan
program sumbernya. Contoh : baris dari program
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_leksikal
telaga.cs.ui.ac.id/~heru/.../k02%20-%20Analisis%20Leksikal.ppt
Minggu, 06 November 2011
Server-Side Scripting
Ketika server melayani data yang digunakan secara umum, misalnya sesuai dengan HTTP atau FTP protokol , pengguna mungkin memiliki pilihan mereka sejumlah program klien (web browser paling modern dapat meminta dan menerima data menggunakan baik dari orang protokol). Dalam kasus aplikasi khusus lebih, programer dapat menulis server mereka sendiri, klien, dan protokol komunikasi, yang hanya dapat digunakan dengan satu sama lain.
Program yang dijalankan pada komputer lokal pengguna tanpa pernah mengirim atau menerima data melalui jaringan klien tidak dianggap, sehingga operasi program tersebut tidak akan dianggap operasi client-side.
Pada hari-hari sebelumnya dari web, server-side scripting hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi dari C program, Perl script dan skrip shell menggunakan Common Gateway Interface (CGI). Mereka skrip dieksekusi oleh sistem operasi , mnemonic coding dan hasilnya hanya dilayani kembali oleh server web. Saat ini, ini dan lain on line scripting bahasa-seperti ASP dan PHP sering dapat dieksekusi langsung oleh server web itu sendiri atau oleh modul ekstensi (misalnya mod_perl atau php mod ) ke web server. Salah satu bentuk scripting (yaitu, CGI atau eksekusi langsung) dapat digunakan untuk membangun situs multi-halaman kompleks, tetapi langsung eksekusi biasanya menghasilkan overhead yang lebih rendah karena kurangnya panggilan ke interpreter eksternal.
Kesimpulannya, Server-Side Scripting adalah scrip yang dieksekusi pada web server. Biasa digunakan untuk website dinamis yang menggunakan databaseatau media penyimpanan data lainnya.
Website yang dinamis juga kadang-kadang didukung oleh server aplikasi custom web, misalnya Python “Base HTTP Server” perpustakaan, meskipun beberapa mungkin tidak menganggap ini sebagai server-side scripting.
Salah satu bahasa server side scripting yang paling populer adalah bahasa PHP. Dan akan saya ulas pada posting selanjutnya.
Sumber :
http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:HEmZ5Aeh_LkJ:www.candrautama.com/web/sites/default/files/Pertemuan_3_-_Pengenalan_Server_Side_Scripting.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Server-side_scripting